Wellbeing / 28 May, 2020

Allergies in adults

Dr Goh Lit Ching

Apa itu alergi?

Alergi adalah respon imun yang berlebihan terhadap pemicu dari lingkungan yang disebut alergen. Alergen sangat umum dan dapat berupa serbuk sari, racun lebah, bulu hewan peliharaan hingga makanan.

Mengapa beberapa alergi terjadi pada orang dewasa?

Pada beberapa orang, sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat asing yang tidak menimbulkan reaksi pada orang lain. Ketika tersebut terjadi, antibodi diproduksi terhadap alergen tertentu. Ketika Anda terkena alergen, sistem kekebalan tubuh Anda dapat menyebabkan reaksi pada kulit, sinus, saluran udara atau sistem pencernaan Anda. Tidak diketahui secara pasti mengapa ada orang yang mengalami alergi dan sementara orang lainnya tidak.

Banyak alergi yang pertama kali terjadi saat kanak-kanak. Namun, alergi juga dapat terjadi pada usia berapa pun terlepas dari riwayat alergi sebelumnya.

Apa saja tanda dan gejala alergi?

Gejala alergi sangat tergantung pada jenis alergen dan sistem mana yang terpengaruh dalam tubuh.

Beberapa contoh yang tercantum di bawah ini adalah alergen yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa alergi dapat tumpang tindih dan menyebabkan berbagai jenis reaksi pada orang tertentu. Beberapa respon imun yang meningkat juga dapat disebabkan oleh hal yang tidak diketahui, seperti dermatitis atopik (eksim) dan kondisi urtikaria idiopatik kronis.

  • Serbuk sari, tungau, dan alergen lain yang terkait dengan inhalasi – Penyebab paling sering dari rinitis alergi (juga dikenal sebagai demam jerami / hay fever) yang mengakibatkan bersin, pilek, dan mata berair dan gatal
  • Alergen yang kontak langsung dengan kulit, seperti gigitan serangga – Sengatan dan gigitan serangga dapat menyebabkan ruam gatal, bengkak, dan kemerahan pada kulit. Pada kasus yang parah, alergen dapat menyebabkan peradangan saluran pernapasan yang mengakibatkan kesulitan bernapas, batuk, sesak dada dan, dalam kasus tertentu, reaksi yang berpotensi mengancam nyawa yang dikenal sebagai anafilaksis.
  • Alergen makanan seperti kacang-kacangan, makanan laut, gluten, kedelai dan pewarna makanan – Alergen makanan paling sering menyebabkan pembengkakan dan sensasi kesemutan di area wajah seperti bibir dan sekitar mata, tenggorokan, dan lidah. Hal ini juga dapat menyebabkan gatal-gatal (sejenis ruam kulit) dan pada kasus yang parah dapat menyebabkan reaksi anafilaksis.
  • Alergen terkait obat dan obat – Gejala termasuk ruam kulit gatal dan pembengkakan wajah sering terjadi pada alergi obat, dengan beberapa orang juga mengalami kulit melepuh dan infeksi kulit sekunder. Pada kasus yang parah, reaksi inflamasi jalan nafas seperti mengi, kesulitan bernafas dan anafilaksis juga dapat terjadi.

Bisakah alergi hilang?

Sebagian besar alergi tidak bisa disembuhkan. Pada sebagian besar kasus, begitu antibodi diproduksi terhadap alergen tertentu, reaksi imun akan selalu terpicu, bahkan dengan paparan alergen yang ringan. Namun, pengobatan dapat membantu meredakan gejala alergi.

Bagaimana mereka dikelola?

Langkah paling penting dalam mengelola alergi adalah menghindari alergen yang menyebabkan reaksi. Setelah itu fokus beralih pada usaha untuk mengobati gejala-gejala yang ditimbulkannya. Tingkat keparahan alergi bervariasi pada orang yang berbeda, mulai dari iritasi ringan hingga anafilaksis, yang merupakan keadaan darurat yang berpotensi mengancam nyawa. Penatalaksanaan gejala tergantung pada tingkat keparahan alergi yang Anda derita.

Kasus ringan dan sedang 

Obat oral seperti tablet antihistamin dapat membantu mengatasi beberapa gejala ringan seperti pembengkakan, hidung gatal dan ruam kulit. Jika gejala mereda setelah allergen disingkirkan, antihistamin dapat dihentikan. Jika terjadi beberapa episode flare up, misalnya dalam kasus rinitis alergi musiman, mungkin diperlukan antihistamin jangka panjang. Dalam kasus di mana allergen penyebabnya tidak diketahui yang mengakibatikan kondisi kulit kronis, pengobatan steroid mungkin diperlukan.

Kasus yang parah 

Reaksi anafilaksis yang parah dapat menyebabkan sakit kepala ringan, penurunan tekanan darah yang cepat, denyut nadi yang lemah, kesulitan bernapas yang parah serta hilangnya kesadaran. Diperlukan penanganan segera untuk memulihkan gejala-gejala ini atau kondisi ini akan mengancam nyawa. Segera gunakan epipen jika tersedia, dan carilah pertolongan. Jika Anda tidak memiliki epipen, segeralah ke bagian gawat darurat di RS karena seringkali dibutuhkan injeksi dan stabilisasi adrenalin.

Adakah cara untuk mencegah terjadinya reaksi alergi?

  1. Hindari alergen yang diketahui  –Setelah Anda mengalami reaksi yang dikonfirmasi terhadap alergen, sebaiknya Anda menghindari alergen tersebut di sepanjang sisa hidup Anda. Meskipun reaksi alergi yang Anda alami ringan, paparan kumulatif dapat menyebabkan reaksi yang mengancam nyawa di kemudian hari. Untuk menghindari paparan alergen yang tidak disengaja, selalu perhatikan pilihan alternatif yang Anda miliki. Misalnya, penderita alergi makanan dapat mencari restoran yang menyediakan makanan bebas gluten atau pilihan lainnya.
  2. Buat catatan harian – Bila Anda tidak mengetahui penyebab alergi, ada baiknya untuk mencatat apa saja yang telah Anda sentuh atau makan pada hari Anda mengalami reaksi alergi serta beberapa hari sebelumnya. Pola pajanan yang tetap dapat membantu Anda mengidentifikasi allergen potensial.
  3. Selalu memberi-tahukan kondisi alergi Anda kepada pihak yang terlibat dalam perawatan Anda (mis. Petugas layanan kesehatan) – Ketika Anda menjumpai dokter atau apoteker untuk mendapat obat resep atau suplemen apa pun, selalu beri tahukan tentang kondisi alergi Anda sehingga dapat diambil keputusan berdasarkan infomasi tersebut

Referensi

Untuk daftar pustaka lengkap, klik di sini.
  1. Mayo Clinic. (2018). Allergies. Retrieved on 8 May 2020 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/allergies/symptoms-causes/syc-20351497
  2. Ramsey, A. & Mustafa, SS. (2020). Allergy. Retrieved on 8 May 2020 from https://www.medicinenet.com/allergy/article.htm#allergy_facts
Kembali ke Articles

Cari