Cancer / 22 May, 2020

Detecting cancer early in men

Dr Lau Pik Onn

Apakah kanker itu?

Kanker adalah penyakit dimana sel abnormal membelah secara tidak terkendali dan biasanya membentuk benjolan (tumor). Ketika jumlahnya meningkat, sel kanker dapat menyerang jaringan di dekatnya dan menyebar melalui aliran darah dan sistem limfatik ke bagian lain dari tubuh.

Sampai saat ini belum dipahami secara menyeluruh mengenai penyebab kanker, karena sebagian besar kanker terjadi secara sporadis dan tidak diturunkan.

Deteksi dini selalu menjadi kunci pengobatan dini dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Inilah sebabnya mengapa pemeriksaan rutin, yang meliputi pemeriksaan riwayat kesehatan Anda, pemeriksaan fisik dan tes yang relevan, sangatlah penting. Pemeriksaan kesehatan membantu kita mendeteksi tanda-tanda penyakit atau menemukan faktor risiko Anda sejak dini, bahkan sebelum Anda menunjukkan tanda atau gejala apapun.

Risiko Anda terkena kanker dapat diturunkan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan rutin.

Kanker yang paling umum di Singapura adalah:1

Pria

  1. Kolorektal
  2. Paru
  3. Prostat
  4. Hati
Wanita

  1. Payudara
  2. Kolorektal
  3. Paru
  4. Rahim

Kanker kolorektal

Kanker kolorektal (juga disebut kanker usus besar) adalah kanker paling umum yang menyerang pria Singapura dan paling umum kedua pada wanita. Kanker ini terutama didiagnosis pada pria berusia 50-an tetapi ditemukan juga kasus pada pria yang berusia lebih muda. Kanker kolorektal dapat dicegah atau diobati secara tuntas jika ditemukan sejak dini.

Pada kebanyakan orang, kanker kolorektal berkembang perlahan selama bertahun-tahun. Kanker ini biasanya berawal sebagai polip jinak atau non-kanker di lapisan dalam usus besar atau rektum. Polip dapat berkembang menjadi kanker seiring waktu, tetapi tidak semua polip berubah menjadi kanker.


Faktor risiko

Kita tidak mengetahui penyebab pasti kanker kolorektal. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda, seperti:

  • Riwayat keluarga kanker kolorektal (risikonya lebih tinggi jika anggota keluarga Anda didiagnosis menderita kanker kolorektal sebelum usia 45 tahun)
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Riwayat polip sebelumnya
  • Riwayat kolitis ulserativa atau penyakit Crohn
  • Merokok (yang terbukti meningkatkan pembentukan polip)
  • Diet tinggi lemak, daging merah, dan rendah buah dan sayuran

Tanda dan gejala

Sebagian besar kasus kanker kolorektal stadium awal hampir tidak memiliki gejala apa pun, sehingga sulit untuk dideteksi tanpa pemeriksaan rutin.

Pada stadium-stadium selanjutnya, gejala umum meliputi:

  • Perubahan kebiasaan buang air besar atau tekstur dan bentuk tinja
  • Adanya darah di tinja
  • Ketidaknyamanan perut yang terus-menerus atau ada benjolan di perut
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan
  • Anemia yang tidak bisa dijelaskan

Bagaimana cara melakukan deteksi dini?

Tingkat kelangsungan hidup penyintas kanker kolorektal bisa mencapai 90% jika ditemukan pada stadium awal. Deteksi dini adalah perlindungan terbaik terhadap kanker kolorektal.

Beberapa metode skrining adalah:

Tes imunologi feses (Faecal Immunological Test / FIT) atau tes darah samar feses (Faecal Occult Blood Test / FOBT)

  • Merupakan tes sederhana di mana sampel feses dikumpulkan, yang kemudian dikirim ke lab untuk mendeteksi adanya darah di tinja yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang
  • Jika hasilnya positif, diperlukan kolonoskopi

Kolonoskopi

  • Merupakan ‘baku emas’ untuk skrining kanker kolorektal
  • Kolonoskopi mendeteksi lesi prakanker (seperti polip) serta tumor dan lesi kanker.
  • Pemeriksaan ini disarankan untuk pria dan wanita yang memiliki risiko kanker kolorektal tingkat menengah, tidak menunjukkan gejala, dan berusia 50 tahun ke atas
  • Kolonoskopi dapat dilakukan lebih awal untuk siapa saja yang memiliki gejala atau risiko yang lebih tinggi

Sebagaimana halnya dengan penyakit lainnya, pedoman umum pelaksanaan skrining mungkin berbeda untuk tiap individu berdasarkan kondisi medis dan faktor risiko masing-masing. Anda perlu membicarakan hal ini dengan dokter Anda untuk memastikan bahwa tes dan skrining yang dikerjakan memang sesuai untuk Anda.

Kanker paru

Kanker paru-paru adalah kanker paling umum kedua pada pria dan ketiga pada wanita. Ini adalah penyebab utama kematian terkait kanker di Singapura.


Faktor risiko

Beberapa faktor risiko meliputi:

  • Asap tembakau dari rokok, pipa atau cerutu yang mengandung bahan kimia berbahaya atau karsinogen
  • Terpapar asbes atau bahan kimia penyebab kanker lainnya
  • Riwayat keluarga kanker paru-paru
  • Terpapar asap rokok orang lain

Signs and symptoms

Kanker paru, terutama pada stadium awal, seringkali tidak bergejala apa pun. Ketika kondisinya memburuk, gejalanya meliputi:

  • Batuk terus menerus
  • Adanya darah saat batuk
  • Sesak napas atau mengi
  • Suara serak
  • Nyeri dada
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan
  • Kelelahan atau kelemahan

Adalah penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami salah satu gejala di atas.


Skrining

Skrining rutin dapat membantu dalam deteksi dan pengobatan dini kanker paru. Ini meliputi:

  • Foto rontgen dada
  • Tes sputum (dahak)
  • CT scan (computed tomography)

Kanker prostat

Kanker prostat merupakan kanker paling umum nomor tiga pada pria di Singapura. Kanker prostat berkembang ketika sel kanker terbentuk di jaringan prostat. Hal ini adalah penyakit progresif yang lambat.


Faktor risiko

Penyebab kanker prostat tidak jelas. Namun, penyakit ini terutama ditemukan pada pria berusia di atas 50 tahun.

Risikonya juga meningkat pada:

  • Mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker prostat
  • Pria berkulit lebih gelap
  • Mereka yang memiliki pola makan tinggi lemak
  • Pria yang mengalami obesitas
  • Mereka yang memiliki kadar testosteron tinggi (mis. Pria yang menggunakan terapi testosteron)

Tanda dan gejala

Kanker prostat stadium awal biasanya asimtomatik. Pada stadium-stadium selanjutnya, saat tumor tumbuh dan mengakibatkan penyempitan uretra, beberapa gejala lain mungkin timbul seperti:

  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
  • Kesulitan buang air kecil atau aliran urin lambat
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Darah dalam urin atau air mani

Namun, gejala-gejala tersebut tidak spesifik karena bisa juga disebabkan oleh kondisi jinak seperti benign prostatic hyperplasia (BPH) dan prostatitis. Inilah sebabnya mengapa penting untuk mendiskusikan gejala apa pun dengan dokter Anda.


Skrining

Karena kebanyakan kanker prostat stadium awal tidak bergejala, pria yang menguatirkan kesehatannya dapat berbicara dengan dokter mereka tentang skrining. Hal ini disarankan untuk pria berusia 50 tahun ke atas, atau pria yang lebih muda yang memiliki riwayat keluarga kanker prostat.

Beberapa pemeriksaan klinis dan uji laboratorium yang dapat membantu adalah:

  • pemeriksaan colok dubur (digital rectal exam /DRE) untuk mendeteksi benjolan atau area abnormal pada prostat
  • Tes PSA (antigen khusus prostat) – hasil pemeriksaan yang tinggi akan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut karena kadar PSA mungkin juga tinggi pada infeksi, pembengkakan atau pembesaran kelenjar non-kanker
  • Ultrasonografi prostat (transrektal)

Jika ditemukan kelainan pada hasil pemeriksaan Anda atau Anda memiliki gejala apapun, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli urologi untuk evaluasi lebih lanjut.

Kendalikan kesehatan Anda

Adalah sangat penting untuk mewaspadai semua tanda atau gejala yang tidak normal dan mencari pertolongan medis sejak dini.

Waspadalah jika Anda memiliki:

  • Benjolan (mungkin tidak terasa nyeri) di payudara, leher, ketiak, selangkangan, atau di bagian tubuh manapun.
  • Nyeri atau ulkus di bagian tubuh mana pun, termasuk mulut Anda, yang tidak sembuh dengan sempurna.
  • Perubahan ukuran, bentuk, atau warna tahi lalat di kulit Anda yang baru-baru ini terjadi.
  • Pendarahan abnormal dari hidung atau bagian tubuh lainnya
  • Darah di tinja Anda
  • Masalah yang tidak kunjung sembuh atau membaik seperti batuk membandel (dengan atau tanpa dahak), suara serak, gangguan pencernaan atau ketidaknyamanan, penurunan berat badan tanpa alasan atau perubahan kebiasaan buang air besar (seperti diare atau sembelit terus-menerus)

Perawatan kanker sudah berkembang secara signifikan selama bertahun-tahun dan menyebabkan naiknya tingkat harapan hidup pasien. Perbaikan dalam skrining untuk beberapa kanker yang umum terjadi juga menyebabkan deteksi dini serta pengobatan tepat waktu.

Kita harus bertanggung jawab atas kesehatan dan kesejahteraan kita sendiri. Anda dapat menurunkan risiko kanker dengan berhenti merokok, mengonsumsi alkohol dalam jumlah tidak berlebih, berolahraga secara teratur, serta meningkatkan asupan biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Pencegahan dan deteksi dini adalah strategi utama dalam mengurangi risiko kanker dan memastikan keberhasilan pengobatan Anda.

Referensi

Untuk daftar pustaka lengkap, klik di sini.
  1. Health Promotion Board. (2015). Singapore Cancer Registry Annual Registry Report 2015. Retrieved on 22 May 2020 from https://www.nrdo.gov.sg/docs/librariesprovider3/Publications-Cancer/cancer-registry-annual-report-2015_web.pdf?sfvrsn=10
Kembali ke Articles

Cari