Wellbeing / 25 May, 2020

Alcohol and its impact on your body

Dr Goh Lit Ching

Apakah ada batas aman konsumsi alkohol untuk pria dan wanita?

Minuman beralkohol mengandung agen psikoaktif kuat yang dikenal sebagai etanol. Mengonsumsi alkohol mengandung risiko kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.

Pria hendaknya tidak mengonsumsi lebih dari dua porsi standar minuman sehari, sementara wanita hendaknya tidak mengosumsi lebih dari satu porsi minuman standar sehari.

Minum berlebihan didefinisikan sebagai mengkonsumsi:

  • 8 porsi minuman atau lebih per minggu untuk wanita
  • 15 porsi minuman atau lebih per minggu untuk pria

*Porsi minuman standar setara dengan sekaleng (330 ml) bir reguler, setengah gelas (100 ml) anggur/wine atau 1 nip (30 ml) spirit.

Apa efek kesehatan jangka pendek dari konsumsi alkohol berlebihan?

Kecelakaan dan Cedera

Karena kemampuan mengemudi dan kapasitas mental untuk membuat keputusan terganggu sementara waktu setelah konsumsi alkohol, insiden seperti kecelakaan mobil, kekerasan dalam rumah tangga, jatuh, tenggelam, cedera akibat pekerjaan, bunuh diri dan pembunuhan sering terjadi setelah konsumsi alkohol yang berlebihan.

Keracunan alkohol

Keadaan darurat medis dapat muncul karena kadar alkohol yang tinggi dalam darah setelah konsumsi alkohol yang berlebihan.

Membahayakan janin dalam kehamilan

Konsumsi alkohol selama kehamilan, bahkan dalam jangka pendek, dapat menyebabkan kerusakan pada janin. Kondisi seperti bayi lahir mati, keguguran, atau Sindrom Alkohol Janin dapat terjadi.

Apa risiko kesehatan jangka panjang dari konsumsi alkohol berlebihan?

Risiko kesehatan jangka panjang dari minum alkohol secara berlebihan dapat memengaruhi Anda secara fisik, mental, dan sosial.

Risiko kesehatan fisik

  • Gangguan hepatobilier – Mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang dapat mengubah metabolisme lemak di hati, menyebabkan akumulasi lemak yang berlebihan dan terjadinya perlemakan hati/ fatty liver. Seiring waktu terjadilah jaringan parut di hati (sirosis) yang pada akhirnya menyebabkan gagal hati. Pankreatitis kronis juga dapat timbul karena peradangan pankreas yang disebabkan cedera alkohol.
  • Radang lambung dan gangguan pencernaan – Radang lambung dapat menyebabkan pendarahan di lambung dengan konsekuensi yang dapat mengancam nyawa. Peradangan kronis pada lapisan saluran cerna juga dapat menyebabkan penyakit radang lambung dan refluks.
  • Gangguan kardiovaskular – Kondisi seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung terkait dengan konsumsi alkohol dalam jangka panjang.
  • Gangguan sendi – Risiko terkena osteoporosis dan patah tulang meningkat karena gangguan kadar kalsium dan vitamin D dalam tubuh. Asupan alkohol yang berlebihan juga menyebabkan asam urat, yang merupakan bentuk radang sendi karena kadar purin yang berlebihan dalam tubuh.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh – Penggunaan alkohol dalam jumlah besar akan mempengaruhi produksi dan fungsi sel darah putih seiring waktu, membuat tubuh rentan terhadap penyakit menular.
  • Kekurangan gizi dan defisiensi vitamin – Alkoholisme kronis tidak hanya menyebabkan pola makan yang buruk, tetapi juga penyerapan nutrisi yang buruk karena peradangan saluran cerna.
  • Efek pada sistem saraf pusat – Minum berat dalam jangka panjang dapat mempercepat proses penuaan otak, yang mengakibatkan demensia dini.
  • Risiko lebih tinggi terkena kanker – Alkohol berkontribusi pada peningkatan risiko berbagai jenis kanker termasuk kanker mulut, kerongkongan, laring, perut, hati, usus besar, dubur dan payudara.

Risiko kesehatan mental

  • Gangguan daya ingat dan piker – Sebagai penekan sistem saraf pusat (SSP), alkohol dapat menyebabkan kesulitan dalam memproses informasi dan menimbulkan gangguan jangka panjang dalam memecahkan persoalan sederhana.
  • Gangguan mood – Kondisi seperti gangguan depresi dan kecemasan berlebih biasanya dikaitkan dengan asupan alkohol dalam jangka panjang. Gangguan kepribadian yang sudah ada sebelumnya juga dapat diperparah oleh penggunaan alkohol kronis.

Gangguan sosial

  • Masalah sosial – alkoholisme kronis sering mengakibatkan pengangguran dan hilangnya produktivitas, yang pada gilirannya menyebabkan masalah keluarga dan perkawinan.
  • Ketergantungan alkohol – Ketergantungan, kecanduan dan withdrawal syndrome membutuhkan dukungan dari konselor dan tim medis. Kasus kecanduan alkohol yang parah harus mencari bantuan dari tim profesional dan program rehabilitasi.

Singkatnya, dengan menjaga konsumsi dalam batas yang aman tidak lantas berarti Anda tidak berisiko terkena gangguan di atas. Beberapa risiko kesehatan disebabkan oleh efek kumulatif. Sedapat mungkin hindarilah alkohol, tetapi jika tidak bisa, ingatlah selalu untuk mengonsumsi alcohol secara bertanggung jawab.

Referensi

Untuk daftar pustaka lengkap, klik di sini.
  1. Mayo Clinic. (2019). Nutrition and healthy eating. Retrieved on 25 May 2020 from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/alcohol/art-20044551
  2. Health Hub. (2019). Alcohol and Health – Set Your Drinking Limits. Retrieved on 25 May 2020 from https://www.healthhub.sg/live-healthy/920/alcohol-and-health-set-your-drinking-limits
Kembali ke Articles

Cari